Kehidupansosialbudayamasyarakatsangateratkaitannyadenganbahasadalam arti alatkomunikasi. Bahasa memungkinkanseseorangmengkomunikasikanpemikirannyakepada orang lain dan salingmenerimaterkaitpemikirannya (Maryam dan Paryontri, 2020: 86). DitegaskankembaliberdasarkanpemikiranRakhmatbahwamemangbenarmanusiatidakselaluberpikirdengan kata-kata, tetapisedikitsekalimanusiadapatberpikirtanpa kata-kata. Bisa dibayangkaninteraksiantarindividu dan kelompokmasyarakattanpaadanyabahasa. Setiap personal tidakakanmampusalingmengerti dan memahamiapa yang diinginkansatusama lain. Proses komunikasi yang dilakukandalamrangkadapatuntuksalingmemahami dan membuatlawanbicaramelakukanapa yang dikhendaki oleh pembicara juga harusmemahamiterkaitapa dan bagaimanabahasa yang baik dan benarsertakapanpenggunaanyabaiksecaralisanmaupun tulisan.Garbarino dan Brofenbrennermengatakanbahwa negara yang inginbertahanhidupmakabangsatersebutharusmemilikiketetapanbakuuntukmengaturperilakumasyarakanyaterkaitapa yang salah dan yang benar, apa yang boleh dan tidakbolehdilakukan, apa yang adil dan tidakadil, sertaapa yang patut dan tidak. Ketetapan yang dimaksudtentu juga terkaitdenganketetapanpenggunaanbahasaakademik dan non-akadeimk, baku dan tidakbaik pada ranah formal dan nonformal. Sehinggapenggunaanbahasadalam proses komunikasidapatmenunjangdarisegalaasfek, bersipatpleksibel dan tidakkaku.
Cetakan Perdana : Desember 2022
Ukuran : 16 x 24 cm
Jumlah Halaman: vi + 214 hlm

Tidak ada komentar:
Posting Komentar